Tampilkan postingan dengan label Natal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Natal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Desember 2010

Natal PMK ITB

PMK ITB akan mengadakan perayaan Natal, tanggal 10 Desember 2010, di Aula Barat ITB. Perayaan Natal kali ini mengundang anak-anak Panti Asuhan Bala Keselamatan. Perayaan ini terbuka untuk umum looh. Kami mengajak jemaat untuk membawa apa yang mereka ingin berikan pada teman-teman panti kita. Apa aja yang bisa diberikan? Semuanya. Semua yang pernah kita inginkan sebagai hadiah Natal, itulah yang akan kita berikan pada mereka.

Sabtu, 19 Desember 2009

Angka Spesial

1, 2, 3, dan 6 merupakan kombinasi angka spesial bagi saya. Tentu tiap orang punya angka-angka spesial tersendiri, bukan?

116 itu digit terakhir NIM saya,
126 itu nomer rumah yang sedang saya rindukan 'tuk kembali hingga setengah tahunan mendatang,
dan 316 itu NOMOR PENGHARAPAN...

Yoh 3:16 : "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Kalau angka saja bisa spesial, terlebih kamu yang telah dianugerahkan keselamatan lewat kelahiran-Nya yang kita kenal dengan 'Natal' dan karya penebusan-Nya yang kita kenal dengan 'Paskah'.

Mengutip status facebook dari Ko Sutrisna Harjanto a.k.a Ko' Iim yang cukup membuat hati saya terhenyuk...

Meski dunia mengajarkan kita untuk menggenggam lebih banyak,
biarlah Natal mengajarkan kita untuk rela melepaskan apa yang ada dalam genggaman. (Fil 2:6-8)

Meski dunia mengajarkan kita bahwa kepenuhan hidup ada dalam meraih segala sesuatu,
biarlah Natal mengajarkan bahwa kepenuhan hidup ada di dalam kerelaan melepaskan segala sesuatu, mati terhadap diri sendiri, supaya daripadanya muncul banyak buah. (Yoh 12:24)"


'Met menyambut Natal dengan sukacita! Belajarlah akan makna Natal yang sesungguhnya...


Oleh : meliza 766hi ;)
*sebenarnya mau menambahkan satu angka lagi, tapi takut dibilang terlalu rasis.. hahaha..
pengennya menambahkan angka 7 dengan kombinasi 766 sebagai pembentuk nada 'garis-keturunan-batak' a.k.a 'marga' haha >:)

Selasa, 13 Januari 2009

The Voices of Truth


But the Voice of Truth tells me a different story.
The
Voice of Truth says, "Do not be afraid".
And the
Voice of Truth says, "This is for my glory".
Out of all the
Voices calling out to me.
I will choose to listen and believe the
Voice of Truth.
Demikianlah The Choir yang menyanyikan soundtrack drama musikal ‘The Voices of Truth’ Natalan PMK kali ini. Alkisah ada sekelompok manusia yang dikenal dengan PomPom Boys dengan tarian yang super huaaa (you know, I guess), dikenal dengan gay (halah!!), beranggotakan 3 orang yang sedang lagi demen-demennya ama seorang cowo (ceritanya sih keren) bernama Rega. Namun, saat PomPom Boys menyapa Rega, yang ada malah Rega nya jadi ilfeel. Ehm... Wajar-wajar aja sih... Hehe :p
Rega, cowok kaya yang tempramen kerap menghabiskan waktunya ke diskotik, mabuk-mabukan ama temen-temennya, hingga suatu saat tak sengaja Parel, pelayan minuman, menabrak Rega. Tak nungggu waktu berpikir, langsung aja keluar caci maki, hinaan dan pukulan keroyokan dari Rega dan temen-temennya hingga Parel masuk rumah sakit, tangannya patah, dan dipecat dari pekerjaannya.
Keffi, temen Parel hendak menjenguk ke rumah sakit. Di tengah jalan, Reffi ketemu ama PomPom Boys. Keffi pun mengajak mereka ikutn ngejenguk... Tapi hanya Markus yang mau ikut. Cerita punya cerita, Keffi menegur dengan lembut tentang penyimpangan Markus, yang mengaku dulunya gak pernah punya temen dari kecil sampe akhirnya menemukan para anggota PomPom Boys lain dan ikut bergabung dengan mereka. Keffi menceritakan tentang Suara Kebenaran (The Voices of Truth), pribadi Yesus yang lahir ke dunia, untuk manusia yg berdosa. Pribadi yang Maha Pengasih, Maha Pengampun, Juru Selamat bagi orang percaya. Dan akhirnya Markus pun menerima-Nya. He chooses to listen and believe the Voice of Truth.
Sesampenya di rumah sakit, Keffi pun bertemu dengan Tio, kakaknya Parel yang sedang duduk termenung di luar kamar. Keffi pun masuk sendiri, dan Markus menemani Tio di luar. Tio, setelah ditanyain Markus, akhirnya menceritakan kejadian yang dialami Parel. And guess what? Markus mengingatkan kembali pengampunan pada Tio, belajar dari pribadi Yesus. Tio, yang awalnya emang udah percaya, meskipun awalnya tidak mudah memaafkan Rega, akhirnya kembali tersentuh oleh Suara Kebenaran itu. She chooses to listen and believe the Voice of Truth.
Tio pun nyamperin Rega, ngasi tau kalo dia udah mengampuni Rega, meskipun telah menghancurkan adiknya. Rega yang makin bingung langsung ngeluarin dompet untuk ngasi duit. Tapi sekali lagi Tio menegaskan kalo dia hanya datang untuk ngasi tau kalo dia dah ngampuni, bukan minta duit. Tio pun pergi, tinggallah Rega yang bingung dan kesal.
Sampe akhirnya, suatu ketika Rega menemui Tio dan mempertanyakan kenapa bisa melakukan hal itu… bukankah seharusnya yg ada kebencian, knapa malah pengampunan?? Dan Tio pun bertanya tentang The Voices of Truth itu, yup, Yesus Sang Juruselamat. Yesus yang selama ini yang Rega tau hanyalah sosok yang lahir dan terus mati, udah aja.
”Mati knapa?” tanya Tio.
“Mati disalib,” jawab Rega tanpa tahu disalibnya kenapa.
Tio pun menceritakan tentang Yesus. He chooses to listen and believe the Voice of Truth.
Dia datang ke dunia supaya Dia tahu gimana rasanya jadi manusia, bahkan Dia datang bukan sebagai raja, Dia datang sebagai seseorang yang sangat sederhana, seseorang yg bahkan kelahiranNya di kandang domba. Selama masa hidupnya??? Dia gak datang sebagai raja di dunia, dia datang mencari kita yang lemah, kita yang sakit, kita yang berdosa, kita yang sedih, kita yang ditolak, kita yang dianiaya, kita yang sendirian, kita yang tidak dianggap berharga oleh dunia, kita yang disepelekan oleh dunia, kita yang dianggap tidak ada apa-apanya oleh dunia, kita yang lapar, kita yang haus. Percayalah Dia udah mengalaminya lebih dulu dari kita, bahkan lebih parah dari apa yang udah pernah kita alami.
Sewajarnya manusia yg berdosa (kita semua) mengalami maut..the Voice of Truth tells me a different story.. Dia mati untuk menggantikan kita. The Voice of Truth says "do not be afraid" Ketika kita percaya dan menyerahkan hidup sepenuhnya apa lagi yang kita takut kan?
So when The Voices calling out to you, what’s your choice??
I will choose to listen and believe the Voice of Truth


Natal kali ini, meski dibuat januari, namun bersyukur dihadiri sekitar 400 jiwa. Layaknya sudah menjadi tradisi, tetep ada penyalaan lilin dibarengin lagu malam kudus, ada kotbah juga dari ka anita, ada Praise and Worship, dan usai acara tak ketinggalan saling bersalaman satu dengan yang lain, saling berlepas rindu (*halah!!) terutama buat yg udah lama gak ngeliat temen2 pmk saking menghilangnya (baca: sibuk sana sini) hehe :p dan moment yg tak pernah dilewatkan ‘foto-foto’ :D
Akhir kata, apresiasi ama panitia, makasih buat yg ngedukung, makasih yang udah datang, moga makna natal tak pernah terlupakan oleh kita, dan di atas semuanya kemuliaan hanya bagi Dia.
Slamat Natal dan Tahun Baru,
Tuhan memberkati.
Nb : yang mw lagu nya silahkan mendonlot di sini

Sabtu, 27 Desember 2008

Tradisi Natal

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:

"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Tradisi adalah identitas. Semua bangsa, suku bangsa, Negara, budaya, agama mampunyai tradisinya masing-masing. Demikian juga agama Kristen. Di dalam menjalani tradisi apapun kita harus mengerti prinsip yang diajarkan alkitab. Semua praktek adalah implikasi dari prinsip. Prinsip yang benar akan menghasilkan praktek yang benar dan dikonfirmasi oleh Tuhan. Agama kristen mempunyai 2 tradisi besar yaitu natal dan paskah. Tradisi natal berbeda dari tradisi paskah, karena tradisi paskah (peringatan kematian Yesus) dimandatkan oleh Yesus sendiri, namun semasa hidupnya Yesus tidak pernah member mandate untuk memperingati ulangtahunnya, dan Dia sendiripun tidak pernah melakukannya.Di dalam Tradisi Yahudi memang tidak pernah terjadi perayaan ulang tahun,hal ini disebabkan karena bagi bangsa Yahudi perayaan ultah diasosiasikan dengan orang kafir. Oleh sebab itu kata merayakan (celebrate) kurang baik digunakan pada natal Karena kita tidak merayakan ulang tahunNya,lebih tepat apabila kita menggunakan kata “Memperingati” karena pada hari natal kita memperingati datangnya Juruselamat ke dalam dunia.

Ada 3 Tradisi natal yang wajib untuk kita jalankan:


1. Memperingati natal berarti memperingati Inkarnasi

Inkarnasi adalah masuknya Allah kedalam sejarah.Inkarnasi bukan kelahiran.Kelahiran hantalah titik mula dari Inkarnasi,hanyalah 1 titik dalam Inkarnasi. Inkarnasi berarti pra-eksistensi dari yang ada menjadi ada.Ini berbeda dengan kelahiran, kelahiran adalah dari yang tidak ada menjadi ada. Yesus sebelum dilahirkan sudah ada,maka dia berinkarnasi, kelahiran hanyalah cara yang Yesus pakai untuk masuk dalam sejarah. Yesus bias saja menggunakan banyak cara untuk masuk kedalam sejarah. Dia bisa saja muncul langsung dewasa di dalam dunia, tetapi dia memakai cara manusia yaitu lahir sebagai bayi, lahir dalam keterbatasan,seorang bayi adalah manusia yang paling terbatas,Yesus mau mengalami proses manusia agar dia menjadi pengantara yang sempurna adtara Bapa dan manusia, sebab dia sudah pernah mengalami derita manusia, Dia bukan Pengantara yang menjadi manusia langsung dewasa. Inilah yang membuat Yesus manusia yang sejati dan pengantara yang baik.

Yesus lahir memang tanpa melalui pembuahan tapi ini tidak bbisa dijadikan alasan untuk menyangkal kemanusiaan Yesus,karena sebelumnya sudah ada manusia yang ada juga bukan karena pembuahan yaitu adam dan hawa.

Yesus turun kedalam dunia ditengah krisis dan kebobrokan zaman menjadi contoh bagi manusia bagaimana harus hidup,namun terlebih dari semuanya Inkarnasi Kristus adalah untuk penebusan,kelahiran Yesus adalah Suffering bukan celebration, hamper semua orang-orang yyang terlibat menderita,Maria,Yusuf,Majus,dan bahkan Yesus sendiri. Kelahiran Yesus identik dengan penderitaan dan pengorbanan maka adalah hal yang tidak layak jika kita memperingati natal dengan perayaan.

2. Natal yang Sederhana

Seperti yang sudah dibahas, semua sisi dalam alkitab merayakan natal identik dengan penderitaan. Inkarnasi adalah kehinaan besar bagi Yesus, dalam PL Yesus sudah pernah turun kebumi,semua orang penting tunduk pada Yesus,di dating dengan dikawal malaikat kepada Abraham,kepada Musa. Namun sekarang dia harus turun dalam kehinaan, bukan dalam nuansa kerajaan,bahkan bukan di tempat manusia melainkan di tempat binatang. Di dalam kehidupan Yesus status kehidupannya di bagi 2: Status kehinaan (lahir,mati disalib,di kubur) dan status pemuliaan (naik, bangkit, maranatha). Pada suatu sisi ada penderitaan,pada sisi lain ada pemuliaan ini seperti paradox, namun ini mengajarkan pada kita untuk tidak boleh bahagia diatas penderitaan orang, karena Yesus sendiri adalah orang yang menderita

3. Penginjilan

Di dalam Lukas 2:10 kata diberitakan mengunakan kata euaggelizomai yang berarti memberitakan kabar baik, penginjilan adalah esensi dalam kelahiran natal. Orang majus dan para gembala adalah objek penginjilan natal yang pertama, dan malaika-malaikat adalah pemberita injil pertama di hari natal, apabila kita mengamati silsilah Yesus Kristus maka akan kita dapati 4 macam strata pada silsislah itu: Orang penting (Abraham,musa),Raja-raja,Orang yang tidak diketahui,dan Orang terbuang (perempuan dan orang nan Yahudi). Hall ini menggambarkan Yesus dating kedunia bagian semua orang kaya atau miskin,Jendral atau anak buah,presiden,raja,pengemis, siapapun mereka Yesus datang kepada mereka, oleh sebab itu adalah kewajiban kita ketika memperingati natal kita kembali mengingat mereka. Membawa jiwa kepada Tuhan,Seperti orang majus dari Timur dibawa oleh terang kepada Tuhan agar kiranya genaplah nats bangsa dalam kegelapan boleh melihat Terang yang besar.



Selain 3 tradisi yang alkitab ajarkan kita akan melihat 3 Tradisi yang baik untuk dijalankan namun tidak ditulis secara langsung di Alkitab

1. Lilin

Yesus berkata Akulah Terang dunia, bangsa yang hidup didalam kegelapan telah melihat Trang besar, dan banyak bagian alkitab yang mengidentifikasikan Kristus sebagai terang yang telah datang, maka tidaklah salah kalau kita menyalakan lilin sebagai peringatan datangnya Terang itu ke dunia,Terang itu telah menjadikan kita semua terang untuk menrangi dunia (Mat 5),kita pun sekarang adalah terang dunia,ketika kita menyalakan lilin maka kita mengingat status dan tanggung jawab kita di dunia untuk mengikuti teladan Yesus menerangi dunia.

2. Paduan Suara

Ketika Yesus lahir,malaikat-malaikat bersorak memuji dia, kemuliaan bagi Allah, seluruh bala sorga memuji keagungan sang Raja yang mau rela merendahkan diri menbatasi diri turun kedalam dunia yang hina dan penuh cobaan, hari ini jikalau kita datang di hari natal kita memuji kebesaran Yesus itu adalah baik.Seperti malaikat memuji Tuhan hendaklah kita juga memuji kebesaran Tuhan Kita

3. Persembahan Syukur

Orang majus datang dengan emas,mur dan kemenyan. Mereka memberikan persembahan kepada Tuhan,tetapi pada hari ini,kita identik dengan menerima kado-kado natal. Ini sama sekali bertentangan dengan alkitab bukan minta kado,atau tukar kado tapi member persembahan khusus di hari natal. Pada zaman kelahiran Yesus,persembahan diberikan pada Raja apabila kalah berperang sebagai upeti, Yesus adalah raja kita dan kita adalah budaknya, budak tidak pernah minta dari raja,sebaliknya budak akan member bagi raja.Adakah kita memberi persembahan khusus di hari natal?



Selain itu kita juga melihat 3 Tradisi yang tidak berhubungan dengan natal yang dijalankan sampai sekarang

1. Sinterklas

St. Nicolaus adalah seorang Kristen yang baik hati,dia ahidup sekitar abad 3 M.orang tuanya mati ketika dia masih kecil,namun dia adalah orang yang kaya,dia terinspirasi pada bagian alkitab tentang orang kaya yang Yesus suruh untuk menjual seluruh hartanya dan membagikannya kepada orang miskin,karenanya orang-orang sangat mengargai dia, Nicolaus sendiri meninggal tanggal 6 desember,dan orang-orang mempertingati tanggal ini sebagai St. Nicolaus day. Namun karena bagi gereja advent tanggal ini adalah hari penantian datangnya Kristus,akhirnya tradisi ini digabung dengan natal,sebetulnya St. Nicolas day dan natal adalah 2 hari yang betul-betul berbeda dan tidak ada hubungannya sama sekali. Oleh sebab itu tidaklah sepatutnya kita mengidentifikasikan natal dengan Sinterklas

2. Pohon natal

Pohon natal berasal dari Tradisi pohon cemara yang digunakan untuk merayakan dewa Mitras (matahari) pada sekitar abad 3-4 M,akhirnya tradisi inii diadopsi oleh orang Kristen,pada awalnya tradisi ini banyak ditentang oleh kekristenan mula-mula. Namun suatu ketika, Martin Luther yang melihat pohon cemara pada musim salju dan melihat bintang-bintang yang tampak dari balik pohon itu sangat indah maka Luther memulai semacam tren baru,di amenebang pohon cemara tersebut dan memansang di rumahnya. Pohon natal ini Juga bertambah popular semenjak ratu Victoria dan keluarga berfoto dengan beckground pohon natal, karena keluarga raja adalah contoh bagi rakyat,maka mulai lah tren pohon natal di Inggris dan sampai saat ini di seluruh dunia.

3. Kartu ucapan

Kartu ucapan dipopulerkan oleh Cole (1843).Sebenarnya tidak begitu salah untuk mengirimkan kartu atau ucapan natal, sebab ucapan kita terkadang bias menguatkan sesame,terutama dengan mengutip ayat-ayat yang baik dan ucapan-ucapan yang menbangun dan menguatkan,namun adalah sala kalau natal diidentikan dengan ucapan,sebab adalah keharusan setiap saat kita saling menguatkan.

Kita telah melihat 3 tradisi yang alkitabiah,3 tradisi yang baik dan 3 tradisi yang salah,saudara-saudara jadikanlah natal lebih bermakna kembalilah kepada prinsip yang alkitab ajarkan bukan perayaan,pohon natal namun tradisi natal yang sejati yang alkitab ajarkan.


Hohoho.. met natal :D .. moga natal kali ini membawa damai dan kasih Kristus... natal yang penuh perenungan dan makna..

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. -LD'08 -

Senin, 22 Desember 2008

Natal, Momen Penuh Makna (Bagian II)

Melihat Pemandangan Natal
Bill Hybels

“Palungan adalah suatu simbol mengenai apa yang mungkin terjadi jika Yesus Kristus berdiam dalam diri kita.“ Sampai saat ini kita telah melihat begitu banyak pemandangan Natal karena telah menyatu dengan alam. Namun, marilah kita perhatikan satu per satu benda khas itu dengan lensa zoom dan fokus sejenak pada bintang di atas kandang.

(1) Bintang: Allah menyediakan pemandu jalan bagi para pencari Allah

Percaya atau tidak, Alkitab memberi tahu kita bahwa Allah menyiapkan sebuah bintang khusus yang berfungsi sebagai "pemandu jalan" bagi sekelompok lelaki dari Timur yang sudah lama rindu mencari Bayi Natal. Bintang ini tidak hanya membimbing orang-orang dari Timur ke Yerusalem kemudian ke Betlehem saja. Matius 2:9 memberi tahu kita bahwa bintang ini memimpin orang-orang Majus ini tepat menuju lokasi Yusuf, Maria dan Yesus berada. Dan ketika mereka akhirnya menemukan Dia, Kitab Suci menyebutkan bahwa mereka sujud menyembah dan memberikan persembahan pada-Nya.

Teks Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa orang-orang Majus itu bersukacita karena Allah telah menyediakan pemandu jalan yang akurat. Jauh di lubuk hati, mereka tahu bahwa tanpa tuntunan bintang itu, mereka takkan dapat menemukan Kristus. Bintang Natal adalah anugerah dari Allah, pemandu jalan dari Allah bagi orang-orang yang mencari Dia.

Pada Natal kali ini, cobalah amati bintang tersebut. Pandanglah dengan cara yang sedikit berbeda. Pandanglah ia sebagai pertanda bahwa Allah selalu menyediakan pemandu jalan bagi yang sungguh-sungguh mencari Allah. Sepanjang sejarah, Allah menyatakan bahwa mereka yang sungguh-sungguh mencari Kristus akan menemukan Dia. Pemandu jalan itu bisa ibu, ayah, teman, guru, pendeta, atau yang lain–"pemandu jalan" yang Ia kirimkan untuk memimpin kita kepada Kristus.

Namun bisa saja Anda lebih merasa seperti orang yang masih mencari daripada menemukan. Izinkan saya menyampaikan perkataan yang menyemangati Anda. Kemungkinannya adalah Allah telah memberikan pemandu jalan bagi hidup Anda, dan ia berada di suatu tempat. Kemungkinannya adalah jika Anda meneliti pengalaman dalam hubungan Anda dengan orang lain, mungkin Anda telah mengenal seseorang yang cahaya rohaninya menyala cukup terang, yang kasihnya nyata, yang imannya telah menarik perhatian Anda lebih dari sekali. Orang tersebut bisa jadi merupakan pemberian Allah bagi Anda, semacam bintang Natal, yang merupakan pemandu jalan dari Allah.

Mungkin Anda berkata, ”Yah, tapi orang itu hanya istri saya, anak saya, tetangga saya atau sanak saudara saya. Berilah saya cahaya pemandu jalan yang seterang sinar laser, maka saya akan memerhatikan-Mu dengan sungguh-sungguh. Saya tidak ingin mengikuti arah yang ditunjukkan oleh manusia yang biasa-biasa saja.”

Kepada Anda, saya katakan berhati-hatilah dan rendahkanlah hati Anda. Izinkan Allah menentukan cara terbaik untuk membimbing Anda datang kepada Putra-Nya. Orang Majus mungkin lebih menyukai pemandu yang lebih bersifat pribadi, tapi inti pelajaran yang mereka berikan adalah bahwa mereka tanggap terhadap bimbingan yang Allah sediakan. Kita pun harus demikian. Kita harus tanggap terhadap bimbingan Allah, bagaimanapun caranya dan melalui siapa saja .

Lihatlah bintang itu, Allah mungkin telah menyediakannya bagi Anda. Gunakanlah segera!

(2) Kandang: Allah mengutus Yesus untuk hidup di dunia nyata

Sekarang aturlah kembali lensa zoom Anda sedikit lebih fokus pada kandang, sebuah gubuk yang terbuat dari potongan kayu kasar yang selalu dibuat oleh pembuat kandangan dengan gaya Natal yang kuno. Apakah kandang itu terfokus dengan jelas? Kandang itu sama seperti ribuan kandang lain: gelap, lembab, penuh hewan yang bau, dan tikus yang berkeliaran. Sebuah tempat yang benar-benar buruk untuk melahirkan seorang bayi. Hal ini membuat para pemikir bertanya, ”Jika Allah mampu memerintahkan bintang sebagai pemandu jalan, mengapa Dia tidak bisa mengaturkan sebuah kamar hotel di Betlehem Hilton atau setidaknya sebuah kamar pribadi di rumah sakit setempat?” Memerintah sebuah bintang jelas lebih sulit daripada mendapatkan sebuah kamar, bukan?

Jawabannya: Allah tentu dapat melakukannya, tetapi Dia sengaja memilih untuk tidak melakukannya. Allah memilih "kandang" untuk alasan yang amat penting. Ketika Allah mengirimkan Putra-Nya, Dia membuat suatu keputusan strategis untuk tidak melindungi Putra-Nya. Allah tidak membuat Yesus dilahirkan di dunia sebagai orang kaya dan berkuasa.

Allah ingin Putra-Nya menjalani kehidupan yang miskin dan penuh perjuangan. Udara pertama yang Yesus hirup bercampur dengan bau kotoran binatang. Suara pertama yang didengar-Nya adalah dengkur hewan ternak. Pakaian Yesus yang pertama terbuat dari kain lap. Sejak hari pertama, Allah Bapa memutuskan untuk tidak melindungi Putra-Nya dari kenyataan hidup yang keras dan kasar. Mengapa? Apa tujuannya?

Pernah di Rumania, seorang aristrokrat bertangan besi hidup dalam kegemilangan istana dan memerintahkan rakyat untuk makan kubis selama 24 tahun. Rasa sakit hati yang tumbuh pada rakyat membuat mereka berani menggulingkan diktator itu. Mereka tidak hanya menggulingkan dia dari jabatan, tapi juga mendobrak masuk ke istana, melemparkan kekayaannya ke jalan, menghancurkan dia, dan meludahinya.

Selama 24 tahun rakyat Rumania mendengarkan pidatonya, mengikuti perintahnya, tetapi dalam hati mereka menggerutu, ”Ia bukan salah satu dari kita. Kamu tidak tahu apa yang dialami rakyat kecil di negeri ini. Kamu hidup di dunia berbeda. Kamu terjamin dan terlindungi.”

Kawan, lihatlah baik-baik kandang itu. Kandang itu merupakan simbol permanen yang menunjukkan bahwa Allah mengutus Yesus untuk hidup di dunia nyata. Demi kita, Yesus tidak dilahirkan sebagai bangsawan. Dia memulai hidup ini lebih hina dari kita semua. Dia dilahirkan ke dalam sebuah keluarga sungguhan, dan Dia benar-benar melakukan pekerjaan tukang yang kasar selama tiga puluh tahun. Dia tinggal di sebuah lingkungan bertetangga. Dia memiliki teman-teman. Dia menderita akibat kerasnya kehidupan, sama seperti kita. Pada akhirnya, Dia mati secara mengenaskan karena kejahatan yang tidak Dia lakukan.

Maka, ketika Alkitab mendesak orang-orang yang mengalami kekecewaan dan penderitaan untuk mencurahkan isi hati kepada Penyelamat yang sekarang telah naik ke surga, mereka dapat melakukannya dengan keyakinan bahwa Yesus mengerti. Dia pernah mengalami hal yang sama.

Hidup tanpa harta? Dia telah mengalaminya.
Kekurangan, kemiskinan? Dia telah merasakannya.
Diskriminasi, penindasan? Yesus menjadi pengungsi sejak dalam kandungan.
Penolakan? Dia mengalaminya.
Hinaan? Bagian hidup-Nya sehari-hari.
Ditinggalkan? Ya, oleh para murid, saat Dia sangat butuh semangat dan penghiburan dari mereka.
Penderitaan fisik? Lebih dari yang mungkin kita pernah alami.

Apakah pengalaman hidup telah membuat Anda begitu putus asa? Mungkin beberapa pengalaman hidup telah melukai Anda sedemikian dalam sehingga Anda ingin berteriak, ”Saya tidak bisa bertahan hidup karena tak seorangpun memahami saya!” Jika demikian liatlah ke kandang. Melalui Natal tahun ini, ingatlah bahwa Yesus memahami Anda. Dia pernah mengalami hal yang sama. Lebih dari itu, Anda sangat berarti bagi-Nya, lebih dari yang bisa Anda bayangkan.

Apakah Anda mengerti betapa pentingnya kandang Natal itu? Kandang adalah simbol kehidupan Yesus yang tidak terlindungi. Ia menjadi monumen atas kemampuan Yesus untuk memahami dan bersimpati terhadap segala situasi yang kita alami. Namun, kita harus rendah hati dan menaruh kepercayaan untuk mencurahkan isi hati kepada-Nya, kemudian mengizinkan Dia untuk mengasihi dan melayani kita, untuk memulihkan kita agar kembali menjadi pribadi yang utuh.

(3) Palungan: Yang biasa menjadi luar biasa

Atur kembali fokus Anda tepat di palungan. Jangan berpikir bahwa palungan ini seperti buatan abad pertama–perbedaannya terlalu jauh. Sebuah palungan tidak lebih dari sekadar bak makanan untuk hewan ternak. Tak lebih dari sebuah perangkat pertanian yang buatannya kasar dan sangat sederhana.

Jika dipikir-pikir, satu-satunya alasan mengapa orang terbiasa mendengar istilah palungan adalah karena Alkitab mengatakan bahwa Putra Allah dibaringkan di sana, kalau tidak ada kutipan ini, kita sama sekali tidak bisa membayangkan benda seperti apakah palungan itu. Tetapi karena Putra Allah dibaringkan dalam sebuah palungan, lihatlah apa yang terjadi pada perangkat pertanian itu. Tiba-tiba palungan mendapat perhatian lebih, sering diucapkan di dalam rumah, tidak hanya di ladang pertanian. Yang biasa menjadi luar biasa. Bak makanan untuk ternak telah menjadi buaian bagi raja–suatu transformasi yang eksponensial.

Lihatlah palungan itu. Palungan adalah simbol dari apa yang dapat terjadi pada pria atau wanita biasa ketika Yesus Kristus berdiam di dalam dirinya. Ini menjadi simbol bagi apa yang telah terjadi kepada ribuan orang di seluruh dunia–orang-orang biasa, orang desa atau pinggiran kota yang sederhana di sini, di sana, di manapun. Orang-orang itu bekerja, berpikir, bertindak, berhubungan dengan orang lain sampai suatu ketika orang-orang biasa ini melihat diri mereka apa adanya–para pelanggar hukum di mata Allah. Mereka melihat diri mereka sebagai pendosa.

Mereka mulai menyadari bahwa mereka tidak dapat mengubah sejarah masa lalu, dan berdiri sebagai terdakwa bersalah di hari penghakiman. Pertama, mereka berlutut dalam penyesalan. ”Ya Allah, aku tahu siapa diriku. Aku tahu kekudusan-Mu, dan aku tahu aku telah mengecewakan-Mu. Aku menyesal. Tuhan, dalam penyesalan aku bersujud!” Kedua, mereka berlutut untuk memohon kasih anugerah. Mereka memohon kasih karunia yang hanya dapat diberikan Allah melalui Putra-Nya, Sang Bayi Natal, yang dilahirkan untuk mati bagi dosa-dosa manusia. Ketiga, mereka berlutut menyembah Kristus ketika menyadari keselamatan adalah anugerah cuma-cuma.

Sama seperti bak makanan ternak yang menjadi buaian Sang Raja, seorang pria atau wanita yang biasa-biasa saja dapat menjadi luar biasa melalui tanggapan yang mereka berikan kepada Allah. Jika sebelumnya ia adalah seorang pria yang hanya menyenangkan manusia, sekarang ia berkonsentrasi untuk menyenangkan Allah. Kalau sebelumnya ia adalah wanita yang hanya memikirkan diri sendiri, sekarang ia akan menjadi luar biasa dalam mengasihi orang lain, dalam kesungguhan, kemurahan hati, kelemahlembutan dan kemurnian. Demikianlah Allah melakukan hal yang sama kepada manusia seperti yang Yesus lakukan pada palungan. Dia membuat sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Bagaimana dengan Anda? Apakah akan mengizinkan Yesus melakukan perubahan dalam hidup Anda, jika Dia belum melakukannya?

Kemana pun Anda pergi saat Natal, akan melihat pemandangan Natal. Ketika Anda melihatnya di jalan, di mal-mal, lihatlah bintangnya. Allah menyediakan pemandu jalan bagi orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Allah. Lihatlah kandangnya. Jangan pernah lupa bahwa Allah memutuskan untuk tidak melindungi Putra-Nya. Dia membiarkan Yesus mengalami semua yang kita alami sehingga Dia bisa menjadi Penyelamat yang penuh simpati dan memahami kita. Lihatlah palungannya, perangkat sederhana peternakan telah diubah menjadi buaian seorang Raja. Pilihan sederhana: Anda melihat pemandangan Natal lalu berlalu begitu saja atau dapat berlutut dalam penyesalan lalu masuk dalam penyembahan. Mana yang Anda pilih untuk Natal tahun ini? (mlz)

Minggu, 21 Desember 2008

Natal, Momen Penuh Makna (Bagian I)

Natal adalah peristiwa tentang seorang bayi yang dilahirkan di sebuah kandang yang mengubah dunia selamanya. Berikut merupakan kutipan dari buku Natal, Momen Penuh Makna, sebuah buku yang menyentuh saya, mengajarkan arti Natal bagi saya.

Buku ini merupakan perpaduan dari beberapa penulis, antara lain John Maxwell (Ketika Anda Mengikuti Bintang dan Hanya Menemukan Sebuah Kandang), Rick Warren (Apa yang Akan Anda Temukan Saat Natal) dan Jack Hayford (Saya mengucapkan “Mary Christmas”). Kali ini, saya akan mengutip yang pertama. Postingan berikutnya akan menyusul, hehehe...
*****

Ketika Anda Mengikuti Bintang dan Hanya Menemukan Sebuah Kandang
John Maxwell

Dalam Matius 2, kita membaca kisah para orang majus yang berkelana mengikuti bintang. Bagian yang paling indah dari kisah Natal mengenai orang-orang Majus adalah yang mereka lakukan ketika sampai di kandang. Melalui tindakan merka ada 3 hal yang diajarkan pada kita. John Maxwell yakin semua orang bijak melakukan ketiga hal ini ketika mreka sampai di sebuah kandang–suatu tempat atau situasi yang tidak seperti yang mereka harapkan.

(1) Ketika orang bijak menemukan sebuah kandang, mereka mencari Allah

Ketika orang bijak dari sepanjang zaman menemui situasi yang sulit, meraka tidak menjadi panik karena persoalan yang dihadapinya. Sebaliknya, mereka berkata dengan tenang, ”Allah ada dalam kandang kehidupan ini. Ada beberapa hal yang dapat saya pelajari dari situasi ini. Saya akan tetap tenang karena Allah di sini.”

Orang Kristiani yang kuat selalu melihat Allah, baik waktu susah maupun senang. Orang percaya yang dewasa melihat Allah tidak hanya dalam kesenangan dan di istana kerajaan, melainkan juga di pekarangan dan bahkan kandang kehidupan.

Lihatlah Yusuf, seorang yang amat bijak. Ia mampu menemukan kebaikan dalam situasi buruk. Ingatkah Anda akan semua kejadian yg dialaminya? Dijual sebagai budak, dikhianati oleh saudara-saudaranya. Di negara lain, ia difitnah ketika menjadi budak di rumah Potifar. Ia mengalami kemunduran demi kemunduran. Namun pada akhirnya Allah mengangkatnya menjadi perdana menteri Mesir. Ketika saudaranya datang kepadanya meminta maaf, apa komentar Yusuf? Ia berkata, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan”. Yusuf mampu melihat Allah dalam kandang kehidupan.

Lihatlah Ayub yangg mendapati dirinya duduk di atas tumpukan abu. Ia orang baik yang tidak pernah melakukan kejahatan. Namun ia mengalami penganiayaan, kehilangan keluarganya, kehilangan hartanya, bahkan para sahabatnya menyuruhnya mengutuki Allah, lalu mati. Namun Ayub tidak mengindahkan nasihat mereka. Ia malah berkata, ”Tuhan yg memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan!” Ayub mampu melihat Allah dalam kandang kehidupan.

Lihat Daud yang menuliskan Mazmur 23, lihat juga Rasul Paulus yang, walaupun sedang berada di penjara, menulis surat kepada jemaat di FIlipi, memberitakan pesan yang menggembirakan dan meminta meraka bersukacita. Ketika ia sampai di kandang kehidupannya, Paulus mampu melihat Allah di situ.

Perbedaan kristen yang lemah dengan yang kuat adalah: Orang kristen yang lemah hanya melihat kebaikan di dalam Allah. Orang kristen yang kuat melihat Allah baik dalam susah maupun senang.

Di sinilah kuncinya. Anda mungkin sedang dalam perjalanan menuju kandang dalam kehidupan Anda. Anda telah mengikuti bintang dan bintang itu tampak sedemikian indah. Namun tiba-tiba Anda bertanya, ”Apa benar ini yang saya dapatkan?” Ingat, orang yang bijak memiliki kemampuan untuk melihat Allah dalam kadang-kandang kehidupan mereka.


(2) Ketika orang bijak menemukan sebuah kandang, mereka mempersembahkan yang terbaik bagi Allah

Namun, kita tidak biasa melakukan ini. Bukannya mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur dalam kandang kehidupan, kita malah sering tergoda untuk menahannya bagi diri sendiri. Kenyataannya, ketika kita menemukan sebuah kandang dan bukan istana, kita sering tergoda untuk menolak memberi apapun, apalagi mempersembahkan yang terbaik

Ketika orang Majus sampai ke kandang, mereka tidak menahan harta milik mereka. Mereka tidak saling melirik dan berkata, ”Kalau kita tidak meninggalkan apa-apa di sini, kita bisa memberikan emas dan kemenyan ini pada Herodes dan keluarganya. Lagipula Ia hanya seorang bayi yang terbaring di sebuah kandang. Tentu saja kita tidak perlu memberikan semua barang mahal kita kepada bayi ini.”


(3) Ketika orang Majus menemukan kandang, mereka mengubah arah tujuan mereka

Pernahkah Anda memiliki pengalaman di kandang yg mengubahkan hidup Anda? John Maxwell menuliskan bahwa dia sering mengalaminya. Di tahun pertamanya menjadi pendeta, dia menunjungi seorang pria nonkristen di rumah sakit. Dia belum pernah bersaksi kepadanya meskipun telah berkunjung 5 kali. Di hadapan pasien itu, John Maxwell berperan sebagai pria yang menyenangkan, sering berdoa bersama, mengutip ayat Alkitab, namun tidak pernah membicarakan masalah nyawanya. Hingga kemudian suatu hari, pria itu meninggal dan istrinya meminta John memimpin upacara pemakaman. Tak lama kemudian, saat pemakaman, hati John tersentak saat memandangi almarhum. Pria yang baru 3 hari lalu bercakap-cakap dengannya telah pergi terhilang selamanya–tanpa harapan akan keselamatan, karena John tidak memiliki kuasa dan urapan untuk bersaksi dalam nama Yesus.

*****

Jika Natal memang bermakna, makna itu adalah seorang bayi–bayi Allah, yang dilahirkan di dalam kandang, yang mengubah dunia selamanya. Ketika sampai ke kandang kehidupan kita, marilah kita bersikap bijaksana dan tidak pernah lupa mencari Allah. Biarlah kita memberi persembahan terbaik bagi-Nya, dan marilah kita mempersilakan Dia mengubah arah hidup kita, memampukan kita untuk menjadi orang-orang hebat seperti yang Allah kehendaki bagi kita. (mlz)