Sabtu, 21 November 2009

Khotbah 13 November 2009 "PA"

Beberapa tahun yang lalu, beredar sebuah buku berjudul “Tiuplah Sangkakala” yang menyatakan bahwa kiamat akan datang pada tahun 1997, berdasarkan pemahaman penulisnya terhadap tanda-tanda yang ada di Alkitab. Ternyata hal tersebut tidak terbukti. Pemahaman yang kurang mengenai Alkitab tidak hanya bisa membuat kita salah memahami kehendak Tuhan, tetapi juga bisa menyesatkan orang lain.

Mengapa kita perlu memahami Alkitab? Alkitab mempunyai sifat dualisme:

1. Alkitab adalah tulisan Allah : pewahyuan diri Allah dan rencana-Nya (2 Tim. 3:15-17)

- Alkitab menuntun kepada keselamatan

- Alkitab member kerangka berpikir dan mengubah konsep hidup

- Alkitab bisa mengubah hidup dengan kuasa-Nya

2. Alkitab adalah tulisan manusia : pewahyuan Allah melalui manusia

- Ada kesenjangan budaya, contohnya mengenai budak (Efesus 6:5-9)

- Ada kesenjangan bahasa, yakni perbedaan tata bahasa dan ketiadaan padanan kata antara bahasa Yunani (bahasa asli Alkitab PB) dan bahasa Indonesia (terjemahan LAI), sehingga arti suatu ayat bisa berbeda.

- Ada kesenjangan geografis, yakni tempat-tempat yang sekarang sudah tidak ada atau tidak dikenal tetapi disebutkan di dalam Alkitab (contoh: Dalmatia)

Karena adanya kesenjangan-kesenjangan tersebutlah maka kita harus mempelajari Alkitab melalui Pendalaman Alkitab (PA) sehingga kita bisa mengerti.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mempelajari Alkitab:

1. Context (Konteks), misalnya latar belakang budaya dan bentuk tulisan-tulisan yang ada di Alkitab. Di dalam Alkitab terdapat berbagai macam bentuk tulisan: narasi, surat, hukum, puji-pujian, hikmat, nubuat, dan apokaliptik. Bentuk tulisan yang berbeda-beda membuat penafsiran Alkitab juga berbeda

2. Content (Isi), misalnya makna kata-kata “asing” (contoh: dinar, talenta, saduki, farisi, dsb.)dan tata kalimat

Setelah kita memahami pentingnya mempelajari Alkitab, bagaimana cara melakukan PA secara induktif? Metode PA induktif dilakukan dengan 3 cara:

1. Observasi: What does it say to the original audience? Apa yang dikatakan teks tersebut terhadap orang-orang pada zamannya?

2. Interpretasi: What does it mean? Apa makna dari teks tersebut? Prinsip atau pesan apa yang bisa diambil dari teks dan berlaku juga untuk manusia pada saat ini?

3. Aplikasi: What does it mean to us/me? Apa makna teks tersebut untuk kita/saya? Apa relevansi pesan tersebut dalam hidup saya?

Berikut ini adalah contoh tulisan di dalam Alkitab dan cara menerapkan metode PA:

1. Narasi

Ciri-ciri dari tulisan narasi adalah:

- Sebatas cerita, tidak eksplisit, bukan nasihat atau larangan, sehingga pembaca Alkitab harus menarik kesimpulan sendiri

- Narasi mencatat apa yang terjadi, bukan yang seharusnya terjadi, sehingga tokoh-tokoh dalam Alkitab tidak selalu melakukan apa yang benar, contohnya: Abraham berbohong

- Selektif, hanya data-data yang bersifat relevan dengan cerita Alkitab saja yang dituliskan, misalnya: Alkitab tidak mencatat tanggal lahir dan masa kecil Yunus

- Tidak bersifat teologis

Untuk tulisan narasi, metode observasi yang tepat adalah membaca teks berulang-ulang, memahami latar budaya, kata-kata yang digunakan, dan membuat outline-nya. Dalam tulisan narasi, suatu outline biasanya berbentuk: pengantar →inti →penutup.

2. Surat

Ciri-ciri tulisan berbentuk surat adalah:

- Dominan pada Perjanjian Baru

- Berbentuk surat atau paper untuk pembacanya (jemaat)

- Penuh permainan kata dan grammar

Karena banyak permainan kata, maka metode observasi yang tepat untuk tulisan berbentuk surat adalah penulisan ulang.

Untuk memahami Alkitab, kita dapat menggunakan lima prinsip dasar:

1. Mendengar

2. Membaca

3. Mempelajari

4. Menghafalkan

5. Merenungkan dan melakukan

Sebagai penutup, kita mempelajari Alkitab karena Alkitab menuntun kita kepada keselamatan. Namun, keselamatan yang kita peroleh bukanlah keselamatan dalam arti sempit, sebatas masuk surga saja, melainkan keselamatan dalam arti luas, yaitu pemulihan relasi dengan Tuhan, berdamai dengan sesama, dan juga berdamai dengan diri sendiri. Kita tidak bisa berhenti sampai mempelajari Alkitab saja, tetapi kita meneruskannya dengan melayani Tuhan dan sesama.

Kamis, 05 November 2009

We're Back !!!

Setelah berbulan-bulan lamanya, blog ini kembali telah dapat diaktifkan kembali. Terima kasih atas kesabaran teman-teman dan kesetiaan teman-teman selama ini karena mau menunggu blog ini aktif kembali.

Sebagai info tambahan, PMK ITB sebentar lagi akan mengadakan beberapa acara yaitu:
1. Natal Raya ITB

2. Retret raya ITB.

Bagi teman-teman yang terbeban untuk ambil bagian atau ingin mengikuti kedua acara diatas, dapat menghubungi pengurus terkait..

Tunggu Info selanjutnya yah...

Senin, 04 Mei 2009

SEDIA SETIAP SAAT

Akhir-akhir ini begitu banyak film, buku, dll. yang berusaha menghantam kekristenan. Dan banyak orang Kristen yang ingin bela kekristenan tapi mereka membela dengan cara mereka sendiri. Biasanya orang-orang ini adalah orang yang "pintar setengah-setengah". Niat mereka sebenarnya baik, tapi cara yang dilakukan seolah-olah mereak yang paling tahu.

Inilah yang mengancam jemaat di Efesus. Mereka membanggakan kekuatan 'intonasi' mereka, pidato-pidato dan ajaran mereka sehingga mereka hanya ingin mencari ketenaran pribadi. Banyak orang yang merasa pintar tahu bagaimana cara melawan ajaran-ajaran yang menghina Kekristenan. Mereka mendengar banyak dari orang, tapi tidak mempelajari sumber kebenaran itu sendiri.

Sebenarnya yang terpenting itu apa? Pengetahuan yang didapat dari orang yang di belakang kita (misalnya pendeta, pengkotbah, guru) atau Alkitab? Dengan kerendahan hati Paulus menasihatkan Timotius bahwa ia harus siap sedia. Apa itu siap sedia?

1. Siap sedia adalah suatu kondisi yang membuat kita merasa punya keyakinan diri setiap saat. Percaya. Tangguh tiap saat setiap kondisi untuk mencapai kemenangan. Mengapa hal ini menjadi penting? Karena kita adalah prajurit (1Tim2:4)! Sebagai prajurit kita tidak perlu pusing diri kita. Mau perang atau tidak, kita harus BERLATIH dan mengenakan perlengkapan senjata Allah.

2. Karena musuh kita adalah "singa yang mengaum-aum" (1Pet5:8) Kita, sebagai kawanan domba Allah, harus bagaimana? Jika kita lari kita akan dimakan. Jika kita 'makan singanya' (sok jago) tentu saja kita yang akan kalah. Untuk menang kita harus dekat dengan gembala kita. Setidaknyaman apapun keadaannya, bila kita berada dekat gembala kita, yaitu Yesus, maka kita akan aman. Tempat yang berbahaya adalah zona nyaman kita, padang rumput hijau... dan banyak "singanya". Namun Yesus Tuhan akan mengubah padang rumput itu menjadi daerah yang aman.

3. Kita siap sedia karena waktu sudah dekat! Bersihkanlah hidupmu, bertobatlah dari dosa.

4. Siap sedia adalah suatu keharusan, yaitu dapat kita terapkan dengan tidak jemu-jemu berbuat baik.

Orang yang tidak siap adalah karena egonya melebihi apapun (melingkupi diri sendiri dengan apapun yang sebenarnya tidak bisa menolong diri sendiri). Kesiapsediaan ditemui di tempat yang tidak aman. Sekarang pertanyaannya adalah: di mana posisi kita? Apakah kita jauh dari gembala kita atau tidak? Ingat bahwa perlengkapan senjata Allah tidak 'berguna' bila kita tidak dekat dengan Gembala kita.



=================
Jumat, 24 April 2009

Sabtu, 02 Mei 2009

Perayaan Paskah PMK-ITB


You are all invited!!!

Minggu, 3 Mei 2009

@ AULa Barat

16.00-19.00


"RISE TO CHANGE"
yesaya 60:1,22


Pada dateng yaaa...
Ajak-ajak yang lain jugaa
See you..


Sabtu, 11 April 2009

Sungguh, Dia sudah bangkit!

Baca: Markus 16:1-8

Apa bukti Yesus sudah bangkit dari kematian? Kubur yang kosong? Namun kalau hanya sebatas kubur kosong tentu banyak sanggahan bisa diberikan. Kubur itu kosong karena ada yang mencuri mayat Yesus dan menyembunyikannya, lalu meniupkan kabar bohong bahwa Yesus sudah bangkit.

Atau bisa juga karena para wanita mengunjungi kubur yang salah, sebab mereka pergi waktu pagi-pagi buta, saat hari masih gelap. Kemungkinan lain, kubur itu kosong karena Yesus sebenarnya tidak mati, melainkan pingsan. Jadi tidak ada kebangkitan karena Yesus memang belum mati.

Kubur kosong memang tidak dengan serta merta membuktikan bahwa Yesus sudah bangkit. Namun pernyataan hamba Tuhan, si malaikat yang berpenampakan anak muda itu, menjelaskan bahwa kubur itu kosong karena Yesus memang telah bangkit (6). Ini sesuai dengan nubuat PL (Yes. 53:10; lih. 1Kor. 15:4), juga serasi dengan perkataan Tuhan Yesus sendiri kepada para murid-Nya (7; Mrk. 14:28). Catatan di pasal-pasal terakhir injil-injil menyatakan bahwa Yesus yang sudah bangkit itu menampakkan diri-Nya kepada para murid (9, 12, 14; Mat. 28:16-20; Luk. 24:13-49; Yoh. 20-21).

Maka perubahan sikap para murid, dari ketakutan sampai kemudian menjadi pengabar-pengabar Injil yang berani mati ke seluruh dunia adalah bukti kuat bahwa Tuhan mereka sungguh-sungguh sudah bangkit (8). Mereka mengimani sepenuhnya bahwa Yesus yang mereka beritakan memang sudah bangkit dari kematian dan mengalahkan kuasa maut.

Ada bukti yang lebih otentik lagi untuk menyatakan kebangkitan Tuhan, yaitu hidup orang Kristen yang Dia ubahkan. Keberanian memberitakan Injil, kasih yang tulus kepada sesama, karakter yang semakin hari semakin menyerupai Kristus merupakan kesaksian nyata yang kuat dan tidak terbantahkan dari para pengikut Yesus. Sebab itu, bila Anda mengaku percaya kepada Kristus yang sudah bangkit, tunjukkanlah itu dengan hidup Anda yang sudah dan sedang mengalami kuasa kebangkitan itu.


Happy Easter all..

-dikutip dari http://www.ppa.or.id -

Senin, 30 Maret 2009

Pengurus PMK ITB 2009-2010

Koordinator Umum : Ivan (Fa'06)
Sekretaris : Marcel (TL'07)
Bendahara : Apriyanti Hutasoit (AR'07)
Kor.Intermedia : Ivan Sebayang (EL'07)
Kor.Doa : Tessa Fiona (FT'07)
Kor.Perizinan : Niko Saripson Simamora (GD'07)
Kor.Internal : Dinar Yarani (SF'07)
Kor.Eksternal : Faro Erikho Gultom (TM'07)
Senator : Janico (TM'07)
Kor.Perlengkapan : Arifin (KI'07)
Kor.Musik : Hot Batahan Mordekhai (SI'07)
Kor.Misi : Tanti
PK putra : Theo Amudi (FT'07)
PK putri : Astrid Haurissa (TL'07)

"Kasih Tidak Pura-Pura"

Pada waktu Anda diselamatkan oleh Tuhan, apa tujuan hidup Anda?
Tujuan keselamatan adalah untuk jadi pendamai. Tuhan menempatkan Anda di sana untuk jadi pembawa berkat, memperhatikan karena Ia datang ke dunia pun untuk memperhatikan kita. HatiNya diberikan pada kita.

Bagaimana kita bisa memperhatikan orang lain? Firman Tuhan berkata: 'Kita harus SALING mengasihi (Roma 12:9-10) Kunci untuk bisa memperhatikan orang lain adalah menguduskan Kristus dalam hatimu sebagai Tuhan (1 Pet 3:15) yaitu mengabdikan diri kita kepada Tuhan, menghormati Dia sebagai Allah. Karena Dialah yang adalah pencipta kita, penyelamat kita. Allah tidak butuh kita tetapi kita butuh Allah. Maka kita harus melakukan perintah Tuhan! Perintah Tuhan tidak sulit, yaitu jadi berkat bagi dunia ini, bukan untuk memuaskan ego kita.

Kita hidup untuk saling mengasihi. Kasih adalah gaya hidup Kristen, kasih yang tidak pura-pura adalah kasih AGAPE, yaitu kasih yang mengorbankan diri, kasih Yesus pada kita. Yesus menyelamatkan kita tanpa imbalan. Tapi karena kita sudah diselamatkan kita berkewajiban untuk memberi diri kita.Bagaimana kita bisa jadi saksi bagi dunia kalau kita tidak saling mengasihi sebagai saudara, peduli terhadap teman kita, Peduli sebagai saudara, memberi waktu untuk peduli. Simpati pada kesusahan teman
"Saling mendahului dalam memberi hormat":inisiatif. Menolong dia menyelesaikan percobaan tapi bukan dengan cara-cara yang salah.Kita harus memiliki hati untuk menolong.Tapi kita juga harus punya hikmat, jangan asal menolong saja.Di tengah kesibukan Anda, palingkan muka, lihatlah teman Anda. Apakah kesulitannya, dsb.

Apa Anda mau beri hati Anda untuk teman Anda seperti Anda memberi hati Anda untuk Tuhan karena Tuhan telah terlebih dulu memberi hati-Nya untuk kita?


Pak Hendy Ciptamustika
Roma 12:9-10