Selasa, 13 Januari 2009

The Voices of Truth


But the Voice of Truth tells me a different story.
The
Voice of Truth says, "Do not be afraid".
And the
Voice of Truth says, "This is for my glory".
Out of all the
Voices calling out to me.
I will choose to listen and believe the
Voice of Truth.
Demikianlah The Choir yang menyanyikan soundtrack drama musikal ‘The Voices of Truth’ Natalan PMK kali ini. Alkisah ada sekelompok manusia yang dikenal dengan PomPom Boys dengan tarian yang super huaaa (you know, I guess), dikenal dengan gay (halah!!), beranggotakan 3 orang yang sedang lagi demen-demennya ama seorang cowo (ceritanya sih keren) bernama Rega. Namun, saat PomPom Boys menyapa Rega, yang ada malah Rega nya jadi ilfeel. Ehm... Wajar-wajar aja sih... Hehe :p
Rega, cowok kaya yang tempramen kerap menghabiskan waktunya ke diskotik, mabuk-mabukan ama temen-temennya, hingga suatu saat tak sengaja Parel, pelayan minuman, menabrak Rega. Tak nungggu waktu berpikir, langsung aja keluar caci maki, hinaan dan pukulan keroyokan dari Rega dan temen-temennya hingga Parel masuk rumah sakit, tangannya patah, dan dipecat dari pekerjaannya.
Keffi, temen Parel hendak menjenguk ke rumah sakit. Di tengah jalan, Reffi ketemu ama PomPom Boys. Keffi pun mengajak mereka ikutn ngejenguk... Tapi hanya Markus yang mau ikut. Cerita punya cerita, Keffi menegur dengan lembut tentang penyimpangan Markus, yang mengaku dulunya gak pernah punya temen dari kecil sampe akhirnya menemukan para anggota PomPom Boys lain dan ikut bergabung dengan mereka. Keffi menceritakan tentang Suara Kebenaran (The Voices of Truth), pribadi Yesus yang lahir ke dunia, untuk manusia yg berdosa. Pribadi yang Maha Pengasih, Maha Pengampun, Juru Selamat bagi orang percaya. Dan akhirnya Markus pun menerima-Nya. He chooses to listen and believe the Voice of Truth.
Sesampenya di rumah sakit, Keffi pun bertemu dengan Tio, kakaknya Parel yang sedang duduk termenung di luar kamar. Keffi pun masuk sendiri, dan Markus menemani Tio di luar. Tio, setelah ditanyain Markus, akhirnya menceritakan kejadian yang dialami Parel. And guess what? Markus mengingatkan kembali pengampunan pada Tio, belajar dari pribadi Yesus. Tio, yang awalnya emang udah percaya, meskipun awalnya tidak mudah memaafkan Rega, akhirnya kembali tersentuh oleh Suara Kebenaran itu. She chooses to listen and believe the Voice of Truth.
Tio pun nyamperin Rega, ngasi tau kalo dia udah mengampuni Rega, meskipun telah menghancurkan adiknya. Rega yang makin bingung langsung ngeluarin dompet untuk ngasi duit. Tapi sekali lagi Tio menegaskan kalo dia hanya datang untuk ngasi tau kalo dia dah ngampuni, bukan minta duit. Tio pun pergi, tinggallah Rega yang bingung dan kesal.
Sampe akhirnya, suatu ketika Rega menemui Tio dan mempertanyakan kenapa bisa melakukan hal itu… bukankah seharusnya yg ada kebencian, knapa malah pengampunan?? Dan Tio pun bertanya tentang The Voices of Truth itu, yup, Yesus Sang Juruselamat. Yesus yang selama ini yang Rega tau hanyalah sosok yang lahir dan terus mati, udah aja.
”Mati knapa?” tanya Tio.
“Mati disalib,” jawab Rega tanpa tahu disalibnya kenapa.
Tio pun menceritakan tentang Yesus. He chooses to listen and believe the Voice of Truth.
Dia datang ke dunia supaya Dia tahu gimana rasanya jadi manusia, bahkan Dia datang bukan sebagai raja, Dia datang sebagai seseorang yang sangat sederhana, seseorang yg bahkan kelahiranNya di kandang domba. Selama masa hidupnya??? Dia gak datang sebagai raja di dunia, dia datang mencari kita yang lemah, kita yang sakit, kita yang berdosa, kita yang sedih, kita yang ditolak, kita yang dianiaya, kita yang sendirian, kita yang tidak dianggap berharga oleh dunia, kita yang disepelekan oleh dunia, kita yang dianggap tidak ada apa-apanya oleh dunia, kita yang lapar, kita yang haus. Percayalah Dia udah mengalaminya lebih dulu dari kita, bahkan lebih parah dari apa yang udah pernah kita alami.
Sewajarnya manusia yg berdosa (kita semua) mengalami maut..the Voice of Truth tells me a different story.. Dia mati untuk menggantikan kita. The Voice of Truth says "do not be afraid" Ketika kita percaya dan menyerahkan hidup sepenuhnya apa lagi yang kita takut kan?
So when The Voices calling out to you, what’s your choice??
I will choose to listen and believe the Voice of Truth


Natal kali ini, meski dibuat januari, namun bersyukur dihadiri sekitar 400 jiwa. Layaknya sudah menjadi tradisi, tetep ada penyalaan lilin dibarengin lagu malam kudus, ada kotbah juga dari ka anita, ada Praise and Worship, dan usai acara tak ketinggalan saling bersalaman satu dengan yang lain, saling berlepas rindu (*halah!!) terutama buat yg udah lama gak ngeliat temen2 pmk saking menghilangnya (baca: sibuk sana sini) hehe :p dan moment yg tak pernah dilewatkan ‘foto-foto’ :D
Akhir kata, apresiasi ama panitia, makasih buat yg ngedukung, makasih yang udah datang, moga makna natal tak pernah terlupakan oleh kita, dan di atas semuanya kemuliaan hanya bagi Dia.
Slamat Natal dan Tahun Baru,
Tuhan memberkati.
Nb : yang mw lagu nya silahkan mendonlot di sini

3 komentar:

theo mengatakan...

wow, wow,,
mantap kali, langsung diulas setajam silet disini..

tambahkan voto-votonya ya,,
biar + mantap..


thx

PMK ITB mengatakan...

iya nh, masih nunggu dari ivan...
ntar di update ma foto nya juga,
hehe :D

Yohanes mengatakan...

keren.. proud of you all, guys! :)

btw, klo suka lagunya, belilah albumnya.. kita kan udah diberkati luar biasa oleh lagu itu, bukankah menyenangkan klo kita bisa memberkati orang-orang yang sudah bekerja keras membuat lagu nya? hehe..

let's listen to the Voice of Thruth!