Minggu, 22 November 2009

"PA" (13 November 2009)


Beberapa tahun yang lalu, beredar sebuah buku berjudul “Tiuplah Sangkakala” yang menyatakan bahwa kiamat akan datang pada tahun 1997, berdasarkan pemahaman penulisnya terhadap tanda-tanda yang ada di Alkitab. Ternyata hal tersebut tidak terbukti. Pemahaman yang kurang mengenai Alkitab tidak hanya bisa membuat kita salah memahami kehendak Tuhan, tetapi juga bisa menyesatkan orang lain.
Mengapa kita perlu memahami Alkitab? Alkitab mempunyai sifat dualisme:
1. Alkitab adalah tulisan Allah : pewahyuan diri Allah dan rencana-Nya (2 Tim. 3:15-17)
- Alkitab menuntun kepada keselamatan
- Alkitab member kerangka berpikir dan mengubah konsep hidup
- Alkitab bisa mengubah hidup dengan kuasa-Nya
2. Alkitab adalah tulisan manusia : pewahyuan Allah melalui manusia
- Ada kesenjangan budaya, contohnya mengenai budak (Efesus 6:5-9)
- Ada kesenjangan bahasa, yakni perbedaan tata bahasa dan ketiadaan padanan kata antara bahasa Yunani (bahasa asli Alkitab PB) dan bahasa Indonesia (terjemahan LAI), sehingga arti suatu ayat bisa berbeda.
- Ada kesenjangan geografis, yakni tempat-tempat yang sekarang sudah tidak ada atau tidak dikenal tetapi disebutkan di dalam Alkitab (contoh: Dalmatia)
Karena adanya kesenjangan-kesenjangan tersebutlah maka kita harus mempelajari Alkitab melalui Pendalaman Alkitab (PA) sehingga kita bisa mengerti.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mempelajari Alkitab:
1. Context (Konteks), misalnya latar belakang budaya dan bentuk tulisan-tulisan yang ada di Alkitab. Di dalam Alkitab terdapat berbagai macam bentuk tulisan: narasi, surat, hukum, puji-pujian, hikmat, nubuat, dan apokaliptik. Bentuk tulisan yang berbeda-beda membuat penafsiran Alkitab juga berbeda
2. Content (Isi), misalnya makna kata-kata “asing” (contoh: dinar, talenta, saduki, farisi, dsb.)dan tata kalimat
Setelah kita memahami pentingnya mempelajari Alkitab, bagaimana cara melakukan PA secara induktif? Metode PA induktif dilakukan dengan 3 cara:
1. Observasi: What does it say to the original audience? Apa yang dikatakan teks tersebut terhadap orang-orang pada zamannya?
2. Interpretasi: What does it mean? Apa makna dari teks tersebut? Prinsip atau pesan apa yang bisa diambil dari teks dan berlaku juga untuk manusia pada saat ini?
3. Aplikasi: What does it mean to us/me? Apa makna teks tersebut untuk kita/saya? Apa relevansi pesan tersebut dalam hidup saya?
Berikut ini adalah contoh tulisan di dalam Alkitab dan cara menerapkan metode PA:
1. Narasi
Ciri-ciri dari tulisan narasi adalah:
- Sebatas cerita, tidak eksplisit, bukan nasihat atau larangan, sehingga pembaca Alkitab harus menarik kesimpulan sendiri
- Narasi mencatat apa yang terjadi, bukan yang seharusnya terjadi, sehingga tokoh-tokoh dalam Alkitab tidak selalu melakukan apa yang benar, contohnya: Abraham berbohong
- Selektif, hanya data-data yang bersifat relevan dengan cerita Alkitab saja yang dituliskan, misalnya: Alkitab tidak mencatat tanggal lahir dan masa kecil Yunus
- Tidak bersifat teologis
Untuk tulisan narasi, metode observasi yang tepat adalah membaca teks berulang-ulang, memahami latar budaya, kata-kata yang digunakan, dan membuat outline-nya. Dalam tulisan narasi, suatu outline biasanya berbentuk: pengantar →inti →penutup.
2. Surat
Ciri-ciri tulisan berbentuk surat adalah:
- Dominan pada Perjanjian Baru
- Berbentuk surat atau paper untuk pembacanya (jemaat)
- Penuh permainan kata dan grammar
Karena banyak permainan kata, maka metode observasi yang tepat untuk tulisan berbentuk surat adalah penulisan ulang.
Untuk memahami Alkitab, kita dapat menggunakan lima prinsip dasar:
1. Mendengar
2. Membaca
3. Mempelajari
4. Menghafalkan
5. Merenungkan dan melakukan
Sebagai penutup, kita mempelajari Alkitab karena Alkitab menuntun kita kepada keselamatan. Namun, keselamatan yang kita peroleh bukanlah keselamatan dalam arti sempit, sebatas masuk surga saja, melainkan keselamatan dalam arti luas, yaitu pemulihan relasi dengan Tuhan, berdamai dengan sesama, dan juga berdamai dengan diri sendiri. Kita tidak bisa berhenti sampai mempelajari Alkitab saja, tetapi kita meneruskannya dengan melayani Tuhan dan sesama.

1 komentar:

Anto Shb mengatakan...

terima kasih..