Selasa, 12 Oktober 2010

Integritas Daniel

Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.” 
 (Daniel 1:8)

Pada jaman sekarang, teknologi kian berkembang pesat, menyebabkan manusia untuk memperoleh kemudahan-kemudahan yang tidak bisa didapatkan pada 5 atau 10 tahun ke belakang. Tapi kemudahan-kemudahan tersebut justru menyebabkan manusia kian tak bertanggung jawab. Lihat saja budaya copy-paste yang sering terjadi di kalangan mahasiswa. Dengan bangganya mereka mengatakan bahwa karya copy-paste mereka sebagai karya “orisinil”. Namun begitu pertanggungjawaban diminta, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka tidak mengerti apa yang telah mereka tulis karena karya tersebut tidak mengakar di dalam otak mereka. Mereka tidak memiliki integritas.

Pada jaman Nebukadnezar, empat orang Yehuda dipilih untuk melayani raja di istana, tentunya bukan orang-orang yang sembarangan karena mereka adalah keturunan raja dan kaum bangsawan. Mereka adalah orang-orang yang juga memiliki kemampuan sepuluh kali lebih cerdas daripada orang-orang seangkatannya. Bukan berarti mereka bisa berbuat lebih seenaknya daripada orang-orang biasa tapi justru tanggung jawab mereka lebih besar. Salah satu dari empat orang itu adalah Daniel.

Daniel sebagai orang berintegritas mau bersaksi di dalam istana raja dengan tidak menyantap makanan-makanan lezat a la menu raja, namun ia lebih memilih untuk menyantap sayuran meskipun sayuran tersebut kalah menariknya daripada makanan raja. Ia mau menunjukkan kepada orang-orang yang tidak percaya bahwa Ia tidak mau menajiskan dirinya di hadapan Allah yang berarti pula menunjukkan rasa takutnya pada Allah. Dengan kesaksiannya tersebut, Daniel mendapat karunia Allah berupa kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana.

 Daniel dan ketiga kawannya juga saling berkomunitas agar dapat menjadi terang di dalam istana raja. Mereka saling mengolah diri dan belajar berintegritas serta menjaga integritas tersebut. Mereka bersama-sama bersaksi tentang Allah di dalam istana raja di mana hampir seluruh penghuninya tidak mengenal Allah.

Dari rangkuman khotbah Jumat kali ini ada tiga poin penting mengenai integritas yang dapat kita petik dari tokoh Daniel:
  1. Memiliki kemampuan/dasar untuk berintegritas (berpengetahuan);
  2.  Berani mengambil sikap dan tanggung jawab atas keputusannya;
  3. Mampu menghadapi dan memenuhi tuntutan yang besar.

Demikian rangkuman khotbah Jumat kali ini, semoga bisa menjadi berkat bagi kita semua. Amin.

1 komentar:

Ronny Dee mengatakan...

Shalom, numpang baca ya :) thanks buat sharing renungannya